Cerita Seputar Weblog
Menulis weblog sebenarnya bukanlah hal baru buat saya. Sudah lebih dari dua tahun saya mengasuh blog Refleksi. Pada awalnya, Refleksi diniatkan untuk menjadi seperti halnya weblog lain. Berisi obrolan-obrolan ringan dengan topik yang beragam. Tapi belakangan, saya jadi lebih terfokus pada dunia astronomi dan komputer, sampai akhirnya topik ini menjadi semacam 'trade mark' bagi Refleksi.
Tentu saja kadang-kadang muncul selingan lain di weblog itu. Dalam perjalanannya, Refleksi juga pernah secara tidak sengaja merekam momen pasca meledaknya bom Bali, 12 Oktober 2002. Kebetulan saat itu saya sedang berada di sana. Dari tanggal itu hingga akhir Oktober, muncul entri-entri mulai dari cerita soal situasi Bali pasca ledakan sampai pandangan mata saat mengunjungi lokasi pusat ledakan. Ini mungkin momen yang paling berkesan selama saya menekuni dunia per-weblog-an. Saat itu, mendadak Refleksi kebanjiran pengunjung yang kepingin tahu cerita dibalik aksi jahanam tersebut. Tapi saya tidak bisa membiarkan weblog itu lama-lama melenceng dari tujuan semula. Memasuki bulan November, weblog itu saya kembalikan ke topik aslinya. Apalagi webalizer di servernya sempat mencatat kunjungan dari domain *.mil (militer Amrik!). Tiarap! :).
Tidak seperti weblog lain, Refleksi adalah weblog yang nyaris searah. Tidak ada tagboard atau fasilitas komentar, juga tidak ada deretan link, walaupun masih ada buku tamu atau formulir untuk mengirimkan pesan email. Biarpun sasaran saya adalah pengunjung insidentil yang diantarkan oleh search engine, tapi herannya ada saja yang mengaku jadi pengunjung tetap (apa nggak bosen yah?). Belakangan jumlah pengunjung yang sebegitu rupa sering membuat saya kebat-kebit tiap menjelang akhir bulan. Bagaimana nggak blingsatan kalau bandwidth yang dialokasikan sebesar 400 MB tiap bulan itu selalu nyaris tersedot habis. Padahal, untuk soal grafis aja sudah diirit-irit, tampilan juga sengaja dibikin seadanya. Pokoknya content oriented lah. Rencananya, bulan September ini, bandwidthnya akan saya upgrade ke 750 MB. Mudah-mudahan cukup untuk 1-2 tahun kedepan.
Anyway, sebenarnya saya juga sudah cukup lama menikmati kunjungan ke weblog orang lain. Cuma, saya termasuk yang rada jarang meninggalkan jejak. Saya mungkin termasuk pengunjung yang lebih menikmati weblog dari segi isi ketimbang unsur sosialisasinya. Sejauh ini, ada beberapa weblog yang secara rutin saya kunjungi. Umumnya weblog yang menarik perhatian saya adalah yang lebih mengandung unsur sharing pemikiran ketimbang catatan harian. Tapi, karena saya adalah manusia, dan manusia adalah mahluk sosial, maka wajar kalau minat untuk membuat weblog yang lebih 'socialized' akhirnya muncul juga. Saya jadi kepingin kenal dengan orang-orang yang tahan bosan membaca tulisan-tulisan sekenanya tentang celestial object, atau bla-bla-bla soal dunia IT yang biasa saya pajang di Refleksi itu.
Tentu saja kadang-kadang muncul selingan lain di weblog itu. Dalam perjalanannya, Refleksi juga pernah secara tidak sengaja merekam momen pasca meledaknya bom Bali, 12 Oktober 2002. Kebetulan saat itu saya sedang berada di sana. Dari tanggal itu hingga akhir Oktober, muncul entri-entri mulai dari cerita soal situasi Bali pasca ledakan sampai pandangan mata saat mengunjungi lokasi pusat ledakan. Ini mungkin momen yang paling berkesan selama saya menekuni dunia per-weblog-an. Saat itu, mendadak Refleksi kebanjiran pengunjung yang kepingin tahu cerita dibalik aksi jahanam tersebut. Tapi saya tidak bisa membiarkan weblog itu lama-lama melenceng dari tujuan semula. Memasuki bulan November, weblog itu saya kembalikan ke topik aslinya. Apalagi webalizer di servernya sempat mencatat kunjungan dari domain *.mil (militer Amrik!). Tiarap! :).
Tidak seperti weblog lain, Refleksi adalah weblog yang nyaris searah. Tidak ada tagboard atau fasilitas komentar, juga tidak ada deretan link, walaupun masih ada buku tamu atau formulir untuk mengirimkan pesan email. Biarpun sasaran saya adalah pengunjung insidentil yang diantarkan oleh search engine, tapi herannya ada saja yang mengaku jadi pengunjung tetap (apa nggak bosen yah?). Belakangan jumlah pengunjung yang sebegitu rupa sering membuat saya kebat-kebit tiap menjelang akhir bulan. Bagaimana nggak blingsatan kalau bandwidth yang dialokasikan sebesar 400 MB tiap bulan itu selalu nyaris tersedot habis. Padahal, untuk soal grafis aja sudah diirit-irit, tampilan juga sengaja dibikin seadanya. Pokoknya content oriented lah. Rencananya, bulan September ini, bandwidthnya akan saya upgrade ke 750 MB. Mudah-mudahan cukup untuk 1-2 tahun kedepan.
Anyway, sebenarnya saya juga sudah cukup lama menikmati kunjungan ke weblog orang lain. Cuma, saya termasuk yang rada jarang meninggalkan jejak. Saya mungkin termasuk pengunjung yang lebih menikmati weblog dari segi isi ketimbang unsur sosialisasinya. Sejauh ini, ada beberapa weblog yang secara rutin saya kunjungi. Umumnya weblog yang menarik perhatian saya adalah yang lebih mengandung unsur sharing pemikiran ketimbang catatan harian. Tapi, karena saya adalah manusia, dan manusia adalah mahluk sosial, maka wajar kalau minat untuk membuat weblog yang lebih 'socialized' akhirnya muncul juga. Saya jadi kepingin kenal dengan orang-orang yang tahan bosan membaca tulisan-tulisan sekenanya tentang celestial object, atau bla-bla-bla soal dunia IT yang biasa saya pajang di Refleksi itu.
