Quantum Diaries
Bagaimana kalau para fisikawan menulis blog? Boleh dilihat di blog Quantum Diaries. Sekitar 30-40 an fisikawan dari berbagai bidang/eksperimen/lab: Fermilab, CERN Geneva, SLAC Stanford, NIKHEF Amsterdam, INFN, TRIUMF Canada, D0, CDF, ATLAS, DESY Hamburg, KEK Japan, JINR Dubna. Berbagai negara: Canada, China, France, Germany, Italy, Japan, Netherlands, Russia, Switzerland, Venezuela; Berbagai bahasa: English, French, German, Dutch, Chinese, Japanese, Russian, Spanish, Italian; Semuanya akan membagikan pengalaman sehari-hari mereka selama tahun 2005 yang telah ditetapkan sebagai Tahun Fisika Internasional oleh PBB.
Apa yang dibeberkan di blog-blog para fisikawan ini, benar-benar menggambarkan kehidupan sehari-hari para fisikawan. Tentang bagaimana mereka menikmati pekerjaan mereka, bagaimana mereka memiliki keluarga dan melewatkan waktu luang, bagaimana mereka bekerja sama dalam kolaborasi, tentang bagaimana mereka mengaku tidak sepenuhnya pintar dan kadang masih banyak membuat kesalahan konyol, dan lain sebagainya.
Blog ini sebenarnya tidak semata-mata tentang fisika; ini tentang bagaimana menjadi fisikawan. Disini kita bisa melihat "wajah-wajah" para fisikawan, dalam artian representasi dari kegiatan mereka sehari-hari diluar bidangnya. Profil para "blogger" fisikawan ini menunjukkan keragaman dalam banyak hal. Mereka bicara dalam delapan bahasa, dan berasal dari sembilan negara. Diluar laboratorium, mereka adalah musisi jazz, seorang ayah atau ibu, astronom amatir, fotografer, bahkan atelet. Saat menekuni pekerjaannya, mereka adalah pemimpin proyek, mahasiswa pasca sarjana, atau eksperimentalis.
Highly recomended untuk melihat bagaimana para fisikawan itu bekerja. Sepintas blog ini mengingatkan saya akan bukunya Richard Feynman yang terkenal itu (Sure You're Joking Mr. Feynnman). Cuma bedanya, tulisan-tulisan ini dipublikasikan secara online dan dibuat secara keroyokan :). Sayang, saya cuma ngerti bahasa Inggris, jadinya banyak hal dari blog ini yang terpaksa terlewatkan.
Btw, kalau baru-baru ini seorang yang dianggap "pakar", atau "pemerhati" IT Indonesia (sudah pada tahu kan?) sempat membuat pernyataan yang memojokkan komunitas blogger Indonesia (misalnya dengan menganggap kegiatan blogging sebagai "norak", atau cuma sekedar "tren sesaat", atau bahkan -- dengan kalimat yang rada panjang: "pertanggungjawabannya masih terbatas dan sumber penulisannya tidak bisa ditentukan"), mungkin dia belum pernah baca blog yang serius seperti Quantum Diaries ini. Jadi, harap dimaklumi sajalah ;).
Apa yang dibeberkan di blog-blog para fisikawan ini, benar-benar menggambarkan kehidupan sehari-hari para fisikawan. Tentang bagaimana mereka menikmati pekerjaan mereka, bagaimana mereka memiliki keluarga dan melewatkan waktu luang, bagaimana mereka bekerja sama dalam kolaborasi, tentang bagaimana mereka mengaku tidak sepenuhnya pintar dan kadang masih banyak membuat kesalahan konyol, dan lain sebagainya.
Blog ini sebenarnya tidak semata-mata tentang fisika; ini tentang bagaimana menjadi fisikawan. Disini kita bisa melihat "wajah-wajah" para fisikawan, dalam artian representasi dari kegiatan mereka sehari-hari diluar bidangnya. Profil para "blogger" fisikawan ini menunjukkan keragaman dalam banyak hal. Mereka bicara dalam delapan bahasa, dan berasal dari sembilan negara. Diluar laboratorium, mereka adalah musisi jazz, seorang ayah atau ibu, astronom amatir, fotografer, bahkan atelet. Saat menekuni pekerjaannya, mereka adalah pemimpin proyek, mahasiswa pasca sarjana, atau eksperimentalis.
Highly recomended untuk melihat bagaimana para fisikawan itu bekerja. Sepintas blog ini mengingatkan saya akan bukunya Richard Feynman yang terkenal itu (Sure You're Joking Mr. Feynnman). Cuma bedanya, tulisan-tulisan ini dipublikasikan secara online dan dibuat secara keroyokan :). Sayang, saya cuma ngerti bahasa Inggris, jadinya banyak hal dari blog ini yang terpaksa terlewatkan.
Btw, kalau baru-baru ini seorang yang dianggap "pakar", atau "pemerhati" IT Indonesia (sudah pada tahu kan?) sempat membuat pernyataan yang memojokkan komunitas blogger Indonesia (misalnya dengan menganggap kegiatan blogging sebagai "norak", atau cuma sekedar "tren sesaat", atau bahkan -- dengan kalimat yang rada panjang: "pertanggungjawabannya masih terbatas dan sumber penulisannya tidak bisa ditentukan"), mungkin dia belum pernah baca blog yang serius seperti Quantum Diaries ini. Jadi, harap dimaklumi sajalah ;).
