Telkom Speedy
Barusan pasang link ADSL via Telkom Speedy di rumah. Pemakaian hari pertama ternyata agak mengecewakan. Kecepatan akses yang diiklankan bisa mencapai diatas 380 kbps, setelah diukur lewat bandwidtwh speedtest ternyata mentok pada 100-an kbps saja (“lokasi rumahnya agak jauh dari sentral telepon,” kata petugas yang memasang).
Telkom Speedy di Bali ternyata menggunakan ISP NanguraNet (tadinya saya kira menggunakan ISP dari Telkom sendiri, ternyata di KSO-kan pula). Akibatnya, saya terpaksa harus mempensiunkan seluruh account mail.telkom.net yang saya pakai selama ini—berhubung POP accountnya tidak bisa diakses diluar ISP Telkom. Karena Telkom Speedy tidak menyediakan fasilitas POP account, saya terpaksa beralih memakai POP account gratisan dari Gmail. Duh.
Parahnya lagi, untuk aktivasi account harus menggunakan browser Internet Explorer. Bahkan halaman web untuk memeriksa besarnya pemakaian cuma bisa diakses lewat IE. Itu artinya saya bakalan kesulitan untuk online dengan Linux. Bagaimana ini Telkom? Sepertinya masih banyak yang harus dibenahi nih!
Catatan:
Setelah sedikit optimasi, hari ini (sehari kemudian) Speedy akhirnya bisa melaju kencang sampai mendekati 400 kbps. Saya baru sadar kalau perangkat "modem" ADSL itu ternyata lebih cocok disebut router, lengkap dengan OS Linux yang terpasang didalamnya (kita bahkan bisa login ke perangkat itu lewat Telnet!). Mesti belajar lagi nih, he-he-he ;).
Telkom Speedy di Bali ternyata menggunakan ISP NanguraNet (tadinya saya kira menggunakan ISP dari Telkom sendiri, ternyata di KSO-kan pula). Akibatnya, saya terpaksa harus mempensiunkan seluruh account mail.telkom.net yang saya pakai selama ini—berhubung POP accountnya tidak bisa diakses diluar ISP Telkom. Karena Telkom Speedy tidak menyediakan fasilitas POP account, saya terpaksa beralih memakai POP account gratisan dari Gmail. Duh.
Parahnya lagi, untuk aktivasi account harus menggunakan browser Internet Explorer. Bahkan halaman web untuk memeriksa besarnya pemakaian cuma bisa diakses lewat IE. Itu artinya saya bakalan kesulitan untuk online dengan Linux. Bagaimana ini Telkom? Sepertinya masih banyak yang harus dibenahi nih!
Catatan:
Setelah sedikit optimasi, hari ini (sehari kemudian) Speedy akhirnya bisa melaju kencang sampai mendekati 400 kbps. Saya baru sadar kalau perangkat "modem" ADSL itu ternyata lebih cocok disebut router, lengkap dengan OS Linux yang terpasang didalamnya (kita bahkan bisa login ke perangkat itu lewat Telnet!). Mesti belajar lagi nih, he-he-he ;).

orang telkom bilang: belom-belom udah komplen di dahulukan :D
Posted by
Anonymous |
8:17 PM
wah mas... speedy mang selalu ada aja masalahnya. temen2ku yg make banyak yg ngeluh tuh soal sering mati.. perhitungan tarif ga beres. pelayanan yg payah.... gitu deh.. kalo dari telkom. moga2 mas dhani ga ngalamin masalah2 yg aneh2 deh kek temen2ku.
Posted by
Anonymous |
12:57 AM
Vivi: Sampai sekarang untungnya masih cukup stabil. Memang kadang2 aksesnya agak melambat, tapi belum pernah ngalamin sampai mati total. Untuk billing, Speedy Bali kayaknya juga masih bisa dipercaya, krn trafiknya bisa dimonitor real-time lewat webnya. Semoga gak sampai bermasalah deh, terutama billingnya. Amit2 :).
Posted by
Anonymous |
3:18 AM