« Home | Inspirasi » | Antara Sains dan Agama » | Enigma » | Bulan Semalam » | Intermezzo » | Fermion dan Boson » | Climb Ev'ry Mountain » | Sains Harry Potter » | Jembatan Keledai » | Telkom Speedy »

Petualangan Sang Jenius

Tahun 2002, penerbit Mizan pernah menerbitkan terjemahan buku Richard Feynman, Surely, You’re Joking, Mr. Feynman: Adventures of a Curious Character, dengan judul Cerdas Jenaka Cara Nobelis Fisika. Kini, setelah empat tahun berselang, terjemahan dari “sekuel” buku tersebut, ”What Do You Care What Other People Think”: Further Adventures of a Curious Character, telah diterbitkan oleh penerbit yang sama, dengan judul berbahasa Indonesia yang “gaul”: Feynman: Genius Fisika Paling Cool Sedunia.

Buku ini terbagi menjadi dua bagian. Bagian pertama, “Sosok yang Serba Ingin-Tahu”, berisi sejumlah anekdot khas Feynman, mirip seperti di bukunya yang pertama; dan bagian kedua, yang bagi saya paling menarik, diberi judul “Misi Bunuh Diri ke Washington”, berkisah seputar pengalaman Feynman saat menjadi anggota komisi penyelidikan atas musibah pesawat ulang alik Challenger pada 1986.

Walaupun agak mirip, namun buku ini sedikit berbeda dengan Surely…. Di bagian pertama buku ini memang kita masih bisa menikmati cara berkisah khas Feynman. Namun kini dia tidak selalu sedang bercanda. Disini Feynman banyak bercerita tentang orang-orang yang memiliki pengaruh besar dalam hidupnya, diantaranya adalah ayahnya dan isteri pertamanya, Arlene. Sedangkan di bagian kedua, kita akan melihat sosok Feynman sebagai seorang fisikawan nyentrik dengan integritas yang luar biasa saat mengungkap misteri penyebab meledaknya pesawat ulang-alik Challenger yang menewaskan ketujuh awaknya pada Februari 1986. Sayangnya, inilah petualangan besar Feynman yang terakhir. Fisikawan jenius ini meninggal dua tahun kemudian (1988) karena serangan kanker.

Seperti juga pada buku pertama, Mizan lagi-lagi melakukan sensor terhadap beberapa kisah yang tidak sesuai dengan “idealisme” mereka. (Kebiasaan buruk Mizan ini belakangan membuat saya kehilangan kepercayaan terhadap buku-buku terjemahan yang mereka terbitkan). Lantas, entah atas pertimbangan apa, Mizan memilih desain sampul berwarna mencolok untuk buku ini. Akibatnya, sepintas buku ini jadi kelihatan seperti teenlit ketimbang buku sains. Saya sendiri tidak sengaja menemukan buku ini di Gramedia, “tercecer” di antara buku-buku remaja. Rupanya bukan cuma Gramedia yang keliru menempatkan buku ini. Di sebuah toko buku lain, saya menemukan buku ini juga dipajang diantara novel-novel percintaan khas remaja.

Mizan menjanjikan untuk menerbitkan terjemahan tiga buku lainnya dari Feynman: Feynman Lectures of Physics, Six Easy Pieces, dan QED, the Strange Theory of Light and Matter. Mudah-mudahan Mizan bersedia menerbitkan terjemahan ketiga buku tersebut secara apa adanya tanpa disensor segala. Ketiga buku tersebut jelas berbeda dari Genius Fisika… maupun Cerdas Jenaka… karena isinya betul-betul bicara fisika.

Khusus untuk terjemahan QED, saya tidak berharap banyak dari buku ini karena teori QED (Quantum Electrodynamics, Elektrodinamika Kuantum) tergolong teori fisika yang rumit dan sulit dimengerti atau dijelaskan dalam bahasa awam. Adalah teori QED yang mengantarkan Feynman memperoleh Nobel Fisika pada 1965 (bersama dengan fisikawan AS, Julian Schwinger dan fisikawan Jepang, Tomonaga Shinichiro). Ironisnya, Feynman yang dikenal jagoan bercerita itu malahan mengaku tidak bisa menjelaskan teorinya sendiri dalam bahasa yang sederhana. Mungkin buku itu hanya akan saya beli untuk melengkapi kepustakaan buku-buku sains saya saja.

apa nggak sebaiknya, mengontak langsung mizan selaku penerbitnya? sampaikan kritik dan saran yang membangun, pasti mereka mau memperbaiki diri.

Saya rasa itu memang sudah 'kebijakan' Mizan. Kita sebagai konsumen ya cuma bisa pasrah saja :(

Post a Comment