« Home | Curietherapy » | Chaos, Keteraturan dalam Keacakan (2) » | Chaos, Keteraturan dalam Keacakan (1) » | TPI dan Sinetron "Religius" » | Para Ilmuwan Kita » | Demokrasi yang Prematur » | Pengamat dan Pakar di Media » | Teori Segala Sesuatu » | Sisi Lain Bencana » | Rumor »

Pelangi-Pelangi

“Pelangi terbentuk dari warna-warna apa saja?” demikian soal ulangan IPA yang kita dapat di Sekolah Dasar dulu. Kalau semalam sempat belajar, pastinya kita akan menjawab dengan menyebutkan warna-warna merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, ungu, yang diingat lewat “jembatan keledai” mejikuhibiniu itu. Tapi apa benar, pelangi cuma terbentuk dari tujuh macam warna itu saja?

Sebelum kita bicara soal pelangi yang berwarna-warni itu, lebih baik kita awali dulu dengan cerita soal cahaya dan warna. Pada dasarnya, cahaya adalah gelombang elektromagnetik, sama seperti gelombang yang mengantarkan siaran radio dan televisi, cuma bedanya, gelombang cahaya berada pada rentang frekuensi yang memungkinkan untuk dilihat oleh mata manusia. Gelombang cahaya memiliki rentang frekuensi yang sangat tinggi, mulai dari 5 x 1014 hingga 7.5 x 1014 Hz (Hertz), dengan panjang gelombang antara 400 hingga 700 nm (nanometer).

Setiap frekuensi yang berbeda dari cahaya kasatmata, akan tertangkap oleh mata kita sebagai warna yang berbeda pula. Gelombang terpanjang kita lihat sebagai warna merah tua, dengan panjang gelombang sekitar 700 nm, sementara gelombang terpendek yang bisa dilihat oleh mata adalah warna ungu dengan panjang gelombang sekitar 400 nm. Sedikit diatas gelombang warna merah, kita akan bertemu dengan gelombang inframerah, sementara dibawah gelombang warna ungu, ada gelombang ultraungu (ultraviolet). Perhatikan bahwa hitam dan putih sebenarnya bukan warna. Benda yang kita lihat berwarna hitam sebenarnya menyerap pancaran radiasi yang mengenainya, sedangkan yang kita lihat sebagai cahaya putih adalah campuran dari semua warna pada rentang spektrum yang kasatmata.

Saat cahaya matahari menembus titik-titik air di udara sehingga membentuk apa yang kita sebut sebagai pelangi itu, ia lantas terurai menjadi warna-warna penyusunnya. Tentu saja, jumlah warnanya tidak cuma tujuh. Susunan tujuh warna pelangi ini pertama kali dicetuskan oleh Isaac Newton setelah melakukan percobaan menguraikan cahaya matahari dengan menggunakan prisma. Yang aneh adalah soal definisi warna nila (indigo) itu. Tidak ada yang tahu pasti, ini warna macam apa. Yang dimaksud Newton mungkin adalah warna antara biru dan ungu, tapi kenapa dia tidak mendefinisikan warna antara merah dan jingga, atau antara hijau dan biru sekalian? Ada kemungkinan, alasan Newton untuk menetapkan ketujuh warna ini adalah agar sesuai dengan jumlah not pada musik yang juga berjumlah tujuh (do-re-mi-fa-sol-la-si). Alasan sesungguhnya kelihatannya hanya ada di dalam otak Newton yang sayangnya sudah terkubur bersama pemiliknya di Westminster Abbey.

Jadi, sebenarnya warna-warni apa saja yang membentuk pelangi? Secara fisika, pelangi tersusun dari segala macam warna yang bisa dilihat oleh mata manusia. Berapa jumlahnya? Tidak ada angka pasti. Konon, mata manusia bisa membedakan hingga 350.000 macam warna yang berbeda (entah warna apa saja). Itu belum apa-apa, karena monitor VGA yang Anda pakai untuk membaca tulisan ini (kalau menggunakan PC) dapat menampilkan hingga 16 juta warna (juga jangan tanya warna apa saja!). Untuk mudahnya, kita bisa menyebut bahwa pelangi tersusun atas warna-warni dengan rentang panjang gelombang antara 400 hingga 700 nm. Habis perkara.

Trimakasih melalui situs ini, saya bisa membantu teman saya ( seorang guru les ) karena muridnya menanyakan tentang warna nila pada pelangi. Terus berkarya untuk memajukan negri ini

Post a Comment