Next Sherina
Mulanya waktu secara tidak sengaja saya menyaksikan klip lagu Kunang-Kunang yang ditayangkan TV anak SpaceToon. Mendengar karakter suara pelantunnya, Rebecca, saya langsung merasa bahwa album yang satu ini cukup layak beli. Mencari CD-nya di toko musik malahan jadi cerita tersendiri. Saya sempat kesulitan menemukan album ini diantara deretan CD yang dipajang. Walaupun sudah berkeliling mencari di deret lagu anak-anak hingga lagu pop, eh, koq nggak nemu-nemu juga. Sampai akhirnya, nyaris kebetulan, saya melihat CD yang saya cari-cari itu bertengger di ... deretan lagu-lagu rohani! Salah tempat rupanya.
Album ini terdiri dari 10 lagu dengan warna musik yang beragam, mulai dari Orkestra (Kunang-Kunang, Matahari Bulan dan Bintang, Just for You, Ibu, Medley Tanah Air-Indonesia Pusaka), Pop (Adik Kecilku, Mungkin Esok) Big band/cabaret (Istana Pasir), Jazzy (Bunga), hingga disko (Happy Birthday). Aransemen orkestrasi yang digarap oleh Doddy Sukaman tidak terlalu “berat” seperti pada aransemen lagu-lagu Sherina, misalnya, tetapi tetap terasa megah. Khusus untuk lagu Just for You, aransemen yang minimal (piano dan string) malahan berhasil menonjolkan karakter khusus pada suara Rebecca yang tidak begitu kelihatan di lagu-lagu lainnya (saya sulit melukiskannya disini, baiknya didengarkan sendiri saja).
Bicara soal karakter suara, bocah kelas 6 SD ini sudah membuktikannya lewat prestasinya di ajang yang berkelas Internasional. Rebecca pernah meraih Silver Medal Children Choir Olympics di Busan Korea [Oktober 2002] dan Silver Medal Choir & Folklore Instrumental Accompaniment di Bremen Jerman [Juli 2004]. Suara khas anak-anaknya melengking dengan kemampuan untuk menggapai nada-nada tinggi.
Kendati pada dasarnya berisi lagu untuk anak-anak, namun album ini mengambil segmen yang universal. Lirik lagunya mengacu pada imajinasi dari dunia anak-anak, dan nampaknya digarap dengan cukup serius. Temanya memang tidak jauh-jauh dari tema lagu anak-anak pada umumnya, tapi jelas lebih beragam kalau dibandingkan dengan lagu dewasa yang isinya cinta-cintaan melulu (membosankan!).
Sejak Sherina mulai beranjak dewasa, nyaris tidak terdengar lagi ada penyanyi cilik yang cukup mumpuni. Beberapa waktu lalu, memang ada ajang AFI Junior yang berhasil menjaring biduan-biduanita cilik bersuara emas (tidak seperti AFI senior yang norak dan menyebalkan itu, AFI Junior ternyata mendapat respon yang cukup positif dari banyak pihak). Tapi berhubung urusan kontrak dengan Indosiar, kita tidak bisa berharap para “alumni” AFI Junior ini bisa cepat menelurkan album solo. Kemunculan Rebecca mudah-mudahan bisa mengisi kekosongan ini. Good luck sajalah buat Rebecca. Hope you’ll be the next Sherina!
PS.
Sedikit OOT. Kabar terakhir dari Sherina, sekarang dia sedang dalam proses rekaman untuk albumnya yang paling anyar. Kali ini, lagu-lagunya sebagian besar ditulis (lirik dan komposisi) dan diaransirnya sendiri, dengan dibantu para musisi lainnya dalam proses teknis menuangkannya kedalam pita rekaman. Tentu saja dalam album ini kita tidak lagi bisa berharap mendengar suara anak kecil, karena kenyataannya dia sekarang sudah besar!
