12 Oktober 2002
Dulu sepasang tangan membelai pipi
Buai angan kecilku di alam mimpi
Damai rasa hati, meski hanya langit
atapiku tanpa alas kaki
Tiba-tiba saja semua berubah
Mentari pun kini tidak lagi ramah
Keheningan malam tercabik meriam
Yang menerkam tanpa perasaan
Dimanakah aku
Tak dapat lagi kusentuh pagi
Meski rembulan beranjak pergi
hanya gelap dan tangis tak henti
Dimanakah aku
Surgakah ini atau neraka
Ayah bundaku pun tinggal nama
Yang kupunya hanya air mata
Aku tidak pernah tahu penyebabnya
Yang pasti kini aku sebatang kara
Semua harapan, semua kenangan
Semuanya hilang
Yang tertinggal hanya air mata
Hanya air mata
Hanya Air Mata - Vokal: Amanda Rachel
(Mengenang para korban Bom Legian-Bali, 12 Oktober 2002).
Buai angan kecilku di alam mimpi
Damai rasa hati, meski hanya langit
atapiku tanpa alas kaki
Tiba-tiba saja semua berubah
Mentari pun kini tidak lagi ramah
Keheningan malam tercabik meriam
Yang menerkam tanpa perasaan
Dimanakah aku
Tak dapat lagi kusentuh pagi
Meski rembulan beranjak pergi
hanya gelap dan tangis tak henti
Dimanakah aku
Surgakah ini atau neraka
Ayah bundaku pun tinggal nama
Yang kupunya hanya air mata
Aku tidak pernah tahu penyebabnya
Yang pasti kini aku sebatang kara
Semua harapan, semua kenangan
Semuanya hilang
Yang tertinggal hanya air mata
Hanya air mata
Hanya Air Mata - Vokal: Amanda Rachel
(Mengenang para korban Bom Legian-Bali, 12 Oktober 2002).
