« Home | Setelah Lebaran Berlalu » | Kampung Halaman » | Simfoni Nomor 9 » | Kiamat! » | Marie Curie » | Murphy's Law » | Buleleng » | Blaine dan Puasa » | Menyambut Ramadhan » | Dibalik Selembar Lima-Ribuan »

Angka 13

Bulan lalu kita pernah bicara soal mitos tentang Simfoni Nomor 9. Kali ini kita masih bicara soal musik klasik dan angka. Angka 13 kerapkali dituding sebagai angka sial, namun di dunia musik klasik, mitos ini nampaknya tidak berlaku, setidaknya apabila menyangkut seorang komponis besar yang bernama Richard Wagner.

Kelirumologi Jaya Suprana mencatat bahwa komponis yang satu ini hidupnya selalu dilingkupi oleh angka 13. Jumlah huruf pada namanya sendiri ada 13. Ia dilahirkan pada tahun 1813 yang apabila dijumlahkan juga 13. Penampilan perdana Wagner di depan publik terjadi pada 1831 yang lagi-lagi membentuk angka 13 kalau dijumlah.

Salah satu operanya yang terkenal, Tannhausser, dirampungkan pada 13 April 1845, lantas dipagelarkan untuk pertama kalinya pada 1861 (1x8+6-1 = 13!). Tanggal 13 Agustus 1876 (7+6 = 13), untuk pertama kalunya Wagner mempagelarkan mega-siklus Ring of the Nibelungen. Wagner sempat diangkat menjadi direktur teater Riga yang resmi dibuka pada 13 September. Opera mahakarya Wagner pun seluruhnya berjumlah 13. Karena alasan politis, Wagner meninggalkan tanah airnya selama 13 tahun dan meninggal pada 13 Februari 1883 yang kebetulan merupakan tahun ke-13 berdirinya Federasi Jerman baru.

Kendati demikian, bukan berarti hidup Wagner -- yang karya musiknya banyak menginspirasi tokoh-tokoh besar dunia, mulai dari Nietzsche, Sigmund Freud, hingga Stephen Hawking -- senantiasa dirundung sial belaka!

Angka 13 bukanlah angka sial seperti yang didengungkan selama ini. Alkisah angka 13 menurut ilmu auliya berarti huruf (in Arabic) "mim" - berarti Muhammad, Nabiullah SAW. Wasalam.

Post a Comment