Murphy's Law
Saya masukkan kartu ATM itu, lantas mengisi nomor PIN, berikutnya memeriksa saldo. Saldo dimunculkan tanpa ada masalah. Itu artinya mesin ATM berfungsi baik. Saya pilih menu penarikan, lantas memasukkan jumlah nominal tertentu. Transaksi sedang diproses. Harap tunggu sebentar, demikian terpampang di layar monitor.
Cukup lama saya menunggu hingga akhirnya saya berkesimpulan bahwa ada yang tidak beres dalam proses ini. Saya tekan [cancel], dan tak lama kemudan kartu ATM dikeluarkan, sementara di layar monitor terpampang tulisan Mesin ATM sementara tidak dapat digunakan.
Beberapa jam kemudian, saat mencoba kembali bertransaksi, saya mendapati kenyataan bahwa saldo tabungan sudah berkurang sebanyak jumlah penarikan yang gagal barusan. Dengan kata lain, tabungan saya sudah terdebet sementara mesin ATM tidak mengeluarkan uang.
Sesai prosedur, saya komplain customer service bank bersangkutan (nama banknya tidak usah saya sebut disini). Mereka mengakui bahwa saat saya melakukan penarikan, jaringan ATM mereka sedang mengalami hang, dan menjanjikan koreksi dalam dua hingga tiga minggu. Tidak ada solusi instan yang bisa mereka berikan, dan bahkan tidak ada jaminan bahwa saldo saya akan betul-betul dikoreksi. Kalau pihak mereka menganggap transaksi valid, maka sebagai Muslim saya hanya bisa berucap inna lillaahi....
***
"Namanya juga mesin, mas," kata si CS sambil berusaha untuk tetap ramah menghadapi komplain saya. Apa boleh buat, saya cuma bisa pasrah sambil mengingat kembali deretan hukum Murphy:
Cukup lama saya menunggu hingga akhirnya saya berkesimpulan bahwa ada yang tidak beres dalam proses ini. Saya tekan [cancel], dan tak lama kemudan kartu ATM dikeluarkan, sementara di layar monitor terpampang tulisan Mesin ATM sementara tidak dapat digunakan.
Beberapa jam kemudian, saat mencoba kembali bertransaksi, saya mendapati kenyataan bahwa saldo tabungan sudah berkurang sebanyak jumlah penarikan yang gagal barusan. Dengan kata lain, tabungan saya sudah terdebet sementara mesin ATM tidak mengeluarkan uang.
Sesai prosedur, saya komplain customer service bank bersangkutan (nama banknya tidak usah saya sebut disini). Mereka mengakui bahwa saat saya melakukan penarikan, jaringan ATM mereka sedang mengalami hang, dan menjanjikan koreksi dalam dua hingga tiga minggu. Tidak ada solusi instan yang bisa mereka berikan, dan bahkan tidak ada jaminan bahwa saldo saya akan betul-betul dikoreksi. Kalau pihak mereka menganggap transaksi valid, maka sebagai Muslim saya hanya bisa berucap inna lillaahi....
"Namanya juga mesin, mas," kata si CS sambil berusaha untuk tetap ramah menghadapi komplain saya. Apa boleh buat, saya cuma bisa pasrah sambil mengingat kembali deretan hukum Murphy:
- Nothing is as easy as it looks.
- Everything takes longer than you think.
- Anything that can go wrong will go wrong.
- If there is a possibility of several things going wrong, the one that will cause the most damage will be the one to go wrong. Corollary: If there is a worse time for something to go wrong, it will happen then.
- If anything simply cannot go wrong, it will anyway.
- If you perceive that there are four possible ways in which a procedure can go wrong, and circumvent these, then a fifth way, unprepared for, will promptly develop.
- Left to themselves, things tend to go from bad to worse.
- If everything seems to be going well, you have obviously overlooked something.
- Nature always sides with the hidden flaw.
- Mother nature is a bitch.
- It is impossible to make anything foolproof because fools are soingenious.
- Whenever you set out to do something, something else must be done first.
- Every solution breeds new problems.
