Seabad Dunia Penerbangan
Ketika tepat seabad lalu, dua bersaudara, Oriville dan Wilbur Wright berhasil menerbangkan pesawatnya di Kittyhawk, mungkin tidak terbayang di benak mereka bagaimana dunia penerbangan nantinya akan berkembang. Pesawat rancangan mereka kala itu hanya mengangksa dalam hitungan detik dengan ketinggian tidak lebih dari gedung bertingkat tiga. Namun apa yang mereka capai merupakan tonggak bersejarah dari pengembangan teknologi kedirgantaraan kurun waktu waktu berikutnya.
Teknologi kedirgantaraan memang merupakan salah satu mahakarya umat manusia yang berkembang paling pesat. Dalam waktu kurang dari satu abad, terjadi lompatan teknologi yang menakjubkan, mulai dari pesawat jet supersonik yang mampu melaju diatas kecepatan suara, hingga roket yang memungkinkan manusia melanglang ke antariksa, dan bahkan mencapai bulan. Bandingkan dengan teknologi transportasi darat maupun laut yang tidak banyak berubah dari awal ditemukannya hingga kini. Terlepas dari munculnya model-model baru dan mesin yang lebih canggih dan bertenaga, teknologi dasarnya sesungguhnya tidak terlalu banyak berubah.
Maraknya sarana transportasi udara, mau tidak mau ikut mengubah wajah dunia. Kini, tidak ada dua orang di Bumi ini yang terpisah oleh jarak yang dapat ditempuh dalam lebih dari dua hari perjalanan. Dunia serasa semakin sempit, walaupun tentu saja terbatas bagi mereka yang berkantung tebal. Langit tidak lagi hanya dihiasi oleh kawanan burung - yang sejak berabad-abad membuat manusia iri dengan kelebihan yang dianugerahkan Tuhan kepadanya - namun juga oleh burung-burung besi yang berseliweran membelah angkasa.
Terbang memang merupakan impian manusia sejak awal peradaban. Dalam mitologi Yunani kuno, kita mengenal tokoh Icarus, seseorang yang membuat sayap dari rangkaian bulu-bulu burung sehingga dapat terbang ke angkasa. Sayang ia terbang terlalu dekat dengan Matahari sehingga perekat yang merangkai bulu-bulu sayapnya meleleh. Sayap itupun buyar dan Icarus pun jatuhlah.
Walaupun kisah Icarus ini hanyalah legenda, namun dalam kenyataannya, banyak orang yang mungkin karena terinspirasi, berusaha membuat sayap untuk kemudian berusaha terbang. Hampir semuanya berakhir dengan tragis. Namun demikian, dengan semangat dan ketekunan, Wright bersaudara berhasil membuka jalan bagi umat manusia untuk mewujudkan mimpi sepanjang sejarah peradaban: terbang bebas bagaikan burung di angkasa.
Teknologi kedirgantaraan memang merupakan salah satu mahakarya umat manusia yang berkembang paling pesat. Dalam waktu kurang dari satu abad, terjadi lompatan teknologi yang menakjubkan, mulai dari pesawat jet supersonik yang mampu melaju diatas kecepatan suara, hingga roket yang memungkinkan manusia melanglang ke antariksa, dan bahkan mencapai bulan. Bandingkan dengan teknologi transportasi darat maupun laut yang tidak banyak berubah dari awal ditemukannya hingga kini. Terlepas dari munculnya model-model baru dan mesin yang lebih canggih dan bertenaga, teknologi dasarnya sesungguhnya tidak terlalu banyak berubah.
Maraknya sarana transportasi udara, mau tidak mau ikut mengubah wajah dunia. Kini, tidak ada dua orang di Bumi ini yang terpisah oleh jarak yang dapat ditempuh dalam lebih dari dua hari perjalanan. Dunia serasa semakin sempit, walaupun tentu saja terbatas bagi mereka yang berkantung tebal. Langit tidak lagi hanya dihiasi oleh kawanan burung - yang sejak berabad-abad membuat manusia iri dengan kelebihan yang dianugerahkan Tuhan kepadanya - namun juga oleh burung-burung besi yang berseliweran membelah angkasa.
Terbang memang merupakan impian manusia sejak awal peradaban. Dalam mitologi Yunani kuno, kita mengenal tokoh Icarus, seseorang yang membuat sayap dari rangkaian bulu-bulu burung sehingga dapat terbang ke angkasa. Sayang ia terbang terlalu dekat dengan Matahari sehingga perekat yang merangkai bulu-bulu sayapnya meleleh. Sayap itupun buyar dan Icarus pun jatuhlah.
Walaupun kisah Icarus ini hanyalah legenda, namun dalam kenyataannya, banyak orang yang mungkin karena terinspirasi, berusaha membuat sayap untuk kemudian berusaha terbang. Hampir semuanya berakhir dengan tragis. Namun demikian, dengan semangat dan ketekunan, Wright bersaudara berhasil membuka jalan bagi umat manusia untuk mewujudkan mimpi sepanjang sejarah peradaban: terbang bebas bagaikan burung di angkasa.
