« Home | Hitung Cepat Cara Fermi » | All About MLM » | Manfaatkan Hari Ini » | Twilite dan Wagner » | "Peta Lidah" yang Keliru » | "Bunda" di Republika » | Agenda si "Gila" » | Non Book Book » | Milis Baru: Sains Populer » | Ada Apa dengan Einstein? »

Kisah Pil Setan

Nama kimianya sih keren: MDMA alias Methildioxy-N-methylamphetamine, dengan unsur dasarnya MDA (3,4, methylenedioxyphenylisopropylamine), Senyawa ini sebenarnya bukan barang yang kelewat baru. Ia telah ditemukan semenjak tahun 1910 oleh ahli kimia Jerman, Dr. G. Mannish dan Dr. G. Jacobson.

Tahun 1914, senyawa ini didaftarkan hak patennya oleh perusahaan farmasi Ernst Merck di Darmstadt, Jerman dengan nama tiruannya, minyak Sasafras-Straude. Kala itu dimanfaatkan sebagai obat penekan nafsu makan, tapi agaknya kurang laku. Pada 1950, formulanya diambil oleh Alexander Shulgin, peneliti insektisida di AS. Sejak itu, senyawa yang juga digunakan dalam Perang Dunia II itu direka-reka supaya bisa membuat orang "fly". Selanjutnya, pada akhir tahun 1960-an, senyawa itu dikambangkan lagi oleh para psikolog AS untuk keperluan terapi. Alasannya karena bisa mendorong orang untuk bersikap jujur dan menimbulkan rasa cinta. Namun tahun 1985, pihak Federal Drug Administration (FDA) menghentikan penggunaannya untuk psikoterapi.

Pada mulanya, racikan ini diberi nama dagang "Empati". Karena kurang mendapatkan sambutan, namanya dirubah sedikit menjadi "Simpati", namun entah kenapa nama ini juga kurang menjual. Akhirnya dipilihlah nama "Ecstasy", yang dalam bahasa Indonesia kurang lebih artinya "perasaan sangat gembira". Nama ini ternyata membawa hoki, sehinga tampillah MDMA sebagai pil atau tablet berwarna-warni yang bergambar macam-macam itu.

Dari segi medis, MDMA sama sekali tidak ada manfaatnya. Sebagai golongan psikotropika (zat/obat yang mempengaruhi susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktifitas mental dan perilaku), WHO bahkan menggolongkannya sebagai psikotropika skedul 1, yaitu zat yang tidak boleh dikonsumsi oleh manusia, dan hanya boleh diberikan pada hewan percobaan di laboratorium. MDMA mempengaruhi susunan saraf pusat, terutama sistem limbik, pengatur emosi yang ada di otak. Jelasnya, MDMA akan membombardir neurotransmiter (pengatur rangsang) yang berada di antara dua ujung saraf otak. Rangsangan yang bertubi-tubi ini lalu diteruskan ke saraf otak hingga memunculkan manifestasi tindakan yang berlebihan dan sulit dikontrol oleh pemakainya.

Akibat lain penggunaan pil ini adalah apa yang disebut sebagai curtisme, suatu keadaan dimana rahang mencengkram macam orang mau menggigit dengan gigi gemeretak. Ini akibat otot rahang berkontraksi dan gigi gerham atas dan bawah saling beradu. Gerakan ini juga membuat pemakainya kelihatan "gedeg-gedeg" (geleng-geleng) sehingga pil inipun kerap dijuluki sebagai "pil gedeg". Anehnya, gerakan ini seirama dengan dentuman house music yang monoton dan berulang-ulang itu. Maka itulah bagi pemakainya, irama keroncong yang mendayu-dayu atau alunan musik lembut jadi tidak cocok sebagai teman dikala "on".

Pil setan ini biasanya diproduksi oleh street chemist (ahli kimia jalanan) yang bekerja dibawah pengawasan clandestine laboratories (laboratorium "bawah tanah"). Motifnya semata-mata profit dan kriminal. Jadilah komposisi zat yang tidak karuan, tergantung pada laboratorium yang membuatnya. Kalau peralatannya canggih, komposisinya bisa membuat pemakainya keasyikan, tapi kalau komposisinya amburadul, bisa menyebabkan keracunan, bahkan kematian!

Meminjam bahasa kedokteran, sindrom klinik terhadap pengguna pil ini sangat bergantung pada kandungan zat yang dicampurkan kedalamnya. Karena diproduksi secara ilegal oleh laboratorium jalanan yang berbeda, produk yang satu denan lainnya juga memiliki campuran yang berbeda. Beberapa diantaranya mengandung kafein dan semacam obat penenang. Tak tertutup kemungkinan ada yang berisi bahan parasetamol hingga paramehoxyamphetamine (PMA) yang bersifat toksik (racun). Juga sering ditemukan struktur kimia amfetamin, zat yang punya efek menstimulasi saraf dan menimbulkan halusinasi, bahkan bisa menimbulkan kerusakan pada otak.

Pil Ecstasy juga menjadi lebih berbahaya, bahkan berakibat fatal apabila dalam penggunaannya dikombinasikan dengan obat jalanan atau alkohol. Ini bisa membuat pemakainya "fly", lantas tahu-tahu "mendarat" di neraka, alias "off" untuk selama-lamanya daru dunia fana ini. Mau mencoba? Silahkan, tapi resikonya tanggung sendiri!