« Home | Twilite dan Wagner » | "Peta Lidah" yang Keliru » | "Bunda" di Republika » | Agenda si "Gila" » | Non Book Book » | Milis Baru: Sains Populer » | Ada Apa dengan Einstein? » | Teluk Jakarta » | Dunia dalam Berita » | Oge »

Manfaatkan Hari Ini

Ada dua hari di sepanjang hidup kita yang tidak perlu dirisaukan, malah sebaiknya dibebaskan dari kekhawatiran dan keprihatinan. Salah satu diantaranya adalah KEMARIN plus segala sesuatu yang telah menjadi "miliknya", seperti kesalahan maupun perhatian, cinta kasih maupun penderitaan. Kemarin sudah lewat diluar jangkauan kendali kita. Bahkan bila uang yang beredar di dunia dikumpulkan pun tidak akan bisa mengembalikannya. Kita tak bisa menarik lagi satupun tindakan yang telah kita lakukan, tidak bisa menghapus satupun kata-kata yang pernah kita ucapkan, dan tidak bisa meralat sebuah kesalahan yang terlanjur terjadi. Kemarin sudah lewat jauh di belakang. Biarkah ia pergi dengan tenang.

Hari lain yang juga tidak perlu kita khawatirkan adalah ESOK dengan semua "rencananya". Begitu pula, esok adalah hari yang diluar jangkauan kendali kita. Matahari tentu masih akan bersinar. Namun entah sinarnya terang benderang indahnya atau tertutup gumpalan awan, kita masih belum tahu. Sampai saatnya ia muncul nanti, kita tak bisa meramalkan apa yang akan terjadi esok.

Dari kedua hari yang telah disebut dimuka, tinggal satu hari lagi yang tersisa, yakni hari ini atau SEKARANG. Seseorang bisa memenangkan sebuah pertempuran dalam sehari. Menyesali apa yang sudah terjadi kemarin, serta memperkirakan apa yang akan muncul esok tidak akan memberikan banyak manfaat. Oleh karena itu, apapun yang bisa kita kerjakan hari ini, kerjakan hari ini juga. (Robert J. Burdette)

kita memang harus menjalankan hari ini dengan sebaik-baiknya , tapi kita juga harus berkaca dari hari kemarin , melihat kekurangan apa yg kita lakukan kemarin agar tidak menjadi sandungan kelak. Kita juga harus memikirkan hari esok. Apa yang akan kita lakukan esok. Karena dengan memikirkan apa yah akan kita lakukan esok , ketika esok tiba kita berarti sudah satu langkah didepan dalam memanfaatkan satu hari yang diberikan Tuhan pada kita. Gila sok filsuf banget kan :)
Rani

Post a Comment