Kidal
Kidal, kecenderungan untuk menggunakan anggota tubuh sebelah kiri ketimbang yang kanan, bukanlah suatu kecacatan. Ia tidak lebih dari dominasi fungsi belahan otak yang berbeda dari kebanyakan orang. Dalam hal ini perlu dibedakan antara kidal sebagai bawaan dengan yang disebabkan oleh penyakit pada otak (misalnya ensefalitas).
Ada anggapan yang sebenarnya keliru bahwa penyandang kidal lebih banyak berasal dari ras kulit putih (keturunan Eropa) ketimbang keturunan Asia. Perbandingan antara jumlah orang yang kidal dengan yang tidak kidal pada semua ras sebenarnya tidak jauh berbeda. Persoalannya, kita sebagai orang timur sering terikat kepada norma-norma yang mengatur hampir segala hal, termasuk bagian tubuh sebelah mana yang harus digunakan untuk kegiatan-kegiatan tertentu. Akibatnya, mereka yang kidal sering harus menyembunyikan kecenderungannya itu. Ini berbeda dengan di negara-negara barat, dimana pranata sosial cenderung lebih longgar sehingga para penyandang kidal lebih bebas untuk menjalani kecenderungannya tersebut. Walhasil, penyandang kidal terlihat lebih banyak dari keturunan Eropa ketimbang Asia.
Ada kecenderungan, terutama di kalangan orangtua dan pendidik, untuk memaksa anak-anak yang terlahir kidal agar selalu menggunakan anggota tubuh sebelah kanan. Ini sebenarnya adalah tindakan yang sangat berbahaya. Tindakan pemaksaan ini dapat berefek pada gangguan bicara hingga kesulitan untuk belajar membaca (disleksia) pada anak yang bersangkutan. Dalam beberapa kasus, tindakan ini malahan dapat mengaburkan dominasi fungsi otak.
Bagi orangtua yang memiliki anak penyandang kidal, disarankan untuk menerima kondisi anak tersebut apa adanya tanpa intervensi terhadap kekidalannya tersebut. Tentu saja untuk aktifitas yang bersifat sosial-normatif, seperti berjabatan tangan, anak itu tetap harus diajari untuk menggunakan anggota tubuh yang semestinya. Tetapi, untuk kegiatan yang bersifat pribadi, biarkan saja ia mengikuti kecenderungannya itu. Jangan pernah memaksakan anak yang kidal untuk menulis dengan tangan kanan misalnya. Selain tidak ada manfaatnya, ini hanya akan menambah beban belajar sang anak. Lagipula, bagaimana kalau kita-kita yang kebetulan tidak kidal ini disuruh menulis dengan menggunakan tangan kiri? Sulit kan?
Ada anggapan yang sebenarnya keliru bahwa penyandang kidal lebih banyak berasal dari ras kulit putih (keturunan Eropa) ketimbang keturunan Asia. Perbandingan antara jumlah orang yang kidal dengan yang tidak kidal pada semua ras sebenarnya tidak jauh berbeda. Persoalannya, kita sebagai orang timur sering terikat kepada norma-norma yang mengatur hampir segala hal, termasuk bagian tubuh sebelah mana yang harus digunakan untuk kegiatan-kegiatan tertentu. Akibatnya, mereka yang kidal sering harus menyembunyikan kecenderungannya itu. Ini berbeda dengan di negara-negara barat, dimana pranata sosial cenderung lebih longgar sehingga para penyandang kidal lebih bebas untuk menjalani kecenderungannya tersebut. Walhasil, penyandang kidal terlihat lebih banyak dari keturunan Eropa ketimbang Asia.
Ada kecenderungan, terutama di kalangan orangtua dan pendidik, untuk memaksa anak-anak yang terlahir kidal agar selalu menggunakan anggota tubuh sebelah kanan. Ini sebenarnya adalah tindakan yang sangat berbahaya. Tindakan pemaksaan ini dapat berefek pada gangguan bicara hingga kesulitan untuk belajar membaca (disleksia) pada anak yang bersangkutan. Dalam beberapa kasus, tindakan ini malahan dapat mengaburkan dominasi fungsi otak.
Bagi orangtua yang memiliki anak penyandang kidal, disarankan untuk menerima kondisi anak tersebut apa adanya tanpa intervensi terhadap kekidalannya tersebut. Tentu saja untuk aktifitas yang bersifat sosial-normatif, seperti berjabatan tangan, anak itu tetap harus diajari untuk menggunakan anggota tubuh yang semestinya. Tetapi, untuk kegiatan yang bersifat pribadi, biarkan saja ia mengikuti kecenderungannya itu. Jangan pernah memaksakan anak yang kidal untuk menulis dengan tangan kanan misalnya. Selain tidak ada manfaatnya, ini hanya akan menambah beban belajar sang anak. Lagipula, bagaimana kalau kita-kita yang kebetulan tidak kidal ini disuruh menulis dengan menggunakan tangan kiri? Sulit kan?
